Band Grindcore Legendaris Napalm Death mendapat protes dari aktivis kemanusiaan Palestina yang berbasis di Gaza. Mereka sempat mengeluarkan pernyataan agar Napalm Death membatalkan tournya di Israel. Para aktivis mendesak anggota band untuk menghormati permintaan fansnya yang perduli pada permasalahan Palestina. Penindasan Israel atas bangsa Palestina seharusnya menjadi perhatian bagi sebuah band yang sering mengangkat isu – isu politik dalam syairnya seperti Napalm Death.
Demikian bunyi surat tersebut:
Kami meminta Anda untuk memahami bagaimana penjajahan Rezim Apartheid Israel dan mengerti permintaan dari 2005 orang melalui 170 organisasi masyarakat sipil Palestina agar kalian (Napalm Death) tidak tampil di konser yang diadakan dinegara Apartheid Israel di Tel Aviv pada tanggal 17 Juni ini. Sama seperti Anda berpegang pada keputusan Kongres Nasional Afrika (ANC) saat anda memprotes sikap Apartheid Afrika Selatan, kami berharap anda ingat kami jugadi Palestina.
Kami mencintai music kalian, kami memiliki kekaguman besar terhadap musik dan kesenangan yang sama dengan kalian. Tapi kami ‘menikmati’ banyak instrumen. udara, darat dan laut dari setiap blokade Israel terhadap semua perbatasan. Ini berarti selama bertahun-tahun rakyat Gaza bukan haya tidak bisa bersenang – senang seperti music kalian, sebagai rezim Apartheid Israel juga telah membuat Jalur Gaza kehilangan ketumbar, pala, jahe, buah kering, daging segar, lentil, pasta, cokelat, keledai, sapi, pancing, mainan, buku kerja dan surat kabar. Musik Kalian (Napalm Death) telah membuat kita lebih peka untuk membela ketidakadilan di Palestina ketika serangan Israel membunuh orang yang kita cintai setiap minggu. Rasakanlah bagaimana semua yang dimiliki oleh Rakyat Palestina dihancurkan oleh Israel-AS melalui pesawat F16s,F15s, F35s, pesawat pengintai, pesawat, kapal meriam angkatan laut, tank Merkava dan api pembantaian di perbatasan.
Napalm Deat harus konsisten dengan wawancara tahun 2007 dimana statemen [anggota band] ‘Napalm Death’Barney Greenway mengatakan “kami anti perang, dan Napalm digunakan untuk membuat amunisi dan bom, lho.”
Jika kalian tetap tampil di Israel, kalian harus menyadari bahwa sebagian besar audiens Anda akan dilayani atau melayani tentara Israel. Saat itu terjadi, jarak antara kita akan menjadi jauh. Kita akan kehilangan antusiasme dengan Napalm Death, Kalian ada bersama para Apartheid berpesta, sementara kami ada bersama pengepungan permanen Israel yang membatasi sebagian besar dari kita dari yang pernah meninggalkan yang ada di Gaza. Mengapa kita menjadi berbeda? Karena kita akan selalu bersama Palestina, ‘kelompok etnis’ yang hari ini menjadi korban perebutan lahan penjajahan Israel. Kami meminta Napalm Death menanggapi surat yang kami tulis dari dalam penjara udarater buka terbesar di dunia bernama "Jalur Gaza". Kami harap saat kalian membaca ini kalian bisa menjadi bagian dari para musisi berani dunia yang memprotes Israel dengan berani lain seperti Massive Attack, Gil Scott Heron, Carlos Santana, Roger Waters, Annie Lennox, Elvis Costello, Pete Seeger, Gary Moore, Gorillaz, Leftfield dan Faithless.
Ingatlah protes kalian pada tahun 2005 mengenai penolakan terhadap penjajahan, “Pada akhir hari, idenya adalah untuk membuat orang sadar … itu benar-benar jauh melampaui politik dan ke dalam akal sehat, dan hak manusia untuk berjalan di bumi ini tanpa tertindas.”
Kami warga Palestina di Gaza sangat mengharapkan bahwa suatu hari kita akan memiliki hak kebebasan ini dan taka da yang bisa menyangkal bahwa semua orangpun memiliki cita – cita itu. Kami mendesak Andauntuk menghargai komitmen untuk membangun pemboikotan divestasi dan sanksi terhadap mereka yang merampas hak dan kebebasan warga Palestina, untuk bisa berdiri di sisi kanan dari sejarah kami mohon batalkanlah konser kalian di Tel Aviv Israel.
Napalm Death sendiri dikabarkan tetap akan melanjutkan konsernya di Tel Aviv Israel. Sikap dimana ini sangat mengecewakan para pemrotes. Terlebih karena lagu lagu dari Napalm Death sendiri identik dengan politik anti penjajahan dan tirani apartheid. Napalm Death sendiri saat konser di Indonesia pernah mendapatkan souvenir dan hadiah Al Qur’an dari band metal Tengkorak

No comments:
Post a Comment